Dalam
dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena
ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan
berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak
tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini Anda akan mempelajari 3
cara mudah menerapkan strategi scalping.
1: Find The Trend
Langkah
pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab
akan membantu kita memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah
naik maka Anda sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya
adalah turun maka Anda hanya akan mencari sinyal Sell.
Sebuah
trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI
daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI
daripada lembah sebelumnya.
Sebaliknya,
trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH
daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH
daripada lembah sebelumnya.
Perhatikan
contoh grafik dibawah ini. Anda bisa lihat USD/CAD berada dalam kondisi
uptrend. Ini artinya Anda hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi
Buy.
2: Time Your Entry
Langkah
selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum
seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih
saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan
fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah
atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan
cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika
harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.
Perhatikan
grafik dibawah ini :
Scalper
yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung
membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan
memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan
tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi
Buy.
Perhatikan
grafik di bawah ini :
Seorang
scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus
resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.
3: Manage Risk
Hal
terpenting dari setiap trading adalah me-manage
resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang Anda lakukan
berjalan sesuai rencana maka Anda juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila
analisa Anda salah.
Untuk
menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan
untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal Anda tiap kali melakukan
transaksi.
Selain itu
untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support
atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik
dibawah ini:
Jika Anda menggunakan
strategi breakout maka batasan kerugian Anda adalah jika ternyata harga
berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik
dibawah ini:
Silahkan
latih kemampuan anda dengan memanfaatkan fasilitas DEMO ACCOUNT terlebih dahulu
sampai anda paham dan mahir.Salam Profit ^_^





Tidak ada komentar:
Posting Komentar